Memahami Jenis & Fungsi RNOA (2)


Return on Net Operating Asset akan lebih berarti apabila membandingan satu perusahaan dengan perusahaan seindustrinya.
Apalagi kalau kita menganalisa dengan memecah RNOA menjadi dua komponen: NOPAT Margin dan NOA turnover. Mari kita lihat kinerja ICBP dan MYOR pada tahun 2018.


ICBP adalah emiten consumer goods subsektor food and drink. Begitu juga dengan MYOR. Kedua perusahaan ini memiliki aset triliunan. Produk andalan ICBP adalah Indomie, dll. Sedangkan MYOR memiliki banyak produk makanan ringan dan minuman, seperti Bengbeng, Kopiko, dll.

Perbandingan Aset dan profitabilitas
Tabel di atas menunjukkan aset dan profitabilitas ICBP dan MYOR. Aset ICBP tercatat Rp 34 triliun. Sedangkan MYOR Rp triliun. RNOA kedua perusahaan terpaut sekitar 3%, di mana ICBP lebih unggul dari MYOR.

RNOA ICBP 22.84% dengan NOPAT Margin 12.13% dan NOA turnover 1.88. Sementara MYOR mencetak 8.07% NOPAT Margin dengan 2.42 NOA turnover. Sehingga RNOA MYOR 19.43%.

Jika dilihat dari sisi profitabilitas, maka dapat dikatakan ICBP lebih baik ketimbang MYOR. Namun ada indikasi manajemen MYOR lebih efektif dalam menggunakan aset operasionalnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat perbandingan RNOA kedua perusahaan selama lima tahun terakhir.


Kita dapat melihat kinerja ICBP lebih konsisten ketimbang MYOR. Meskipun angka NOA turnover konstan, ICBP lebih profitable karena mampu meningkatkan NOPAT margin dari tahun ke tahun.

Kinerja MYOR juga dapat dikatakan profitable. Hanya saja, MYOR mungkin harus meningkatkan NOPAT margin dengan meningkatkan penjualan guna lebih baik dari ICBP.

0 Response to "Memahami Jenis & Fungsi RNOA (2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel