Valuasi Saham Sederhana: Berapa Nilai Wajar ICBP?

Valuasi dan Forecasting adalah jantung dari analisa fundamental. Kedua komponen ini merupakan tahap akhir dari serangkaian analisa-analisa penting sebelum membuat keputusan berinvestasi. 

Model valuasi pun beragam. Yang paling populer belakangan ini ialah Discount Cash Flow atau disingkat DCF. Sayangnya model ini melibatkan banyak asumsi yang kurang relevan terhadap analisa fundamental.

Misalnya, DCF menggunakan Free Cash Flow ketimbang Net Earning. Sehingga DCF menggunakan cash accounting dan menyampingkan accrual accounting. 

Padahal accrual accounting memberikan gambar lebih jelas nilai ekonomi suatu perusahaan dari kegiatan operasional, investasi dan keuangan. 

Banyak sekali perdebatan mengenai model DCF. Stephen Penman dan Bruce Greenwald memberikan argumen kuat lemahnya model valuasi DCF. Anda bisa membaca buku kedua guru dari Universitas Colombia tersebut untuk mengetahui lebih lanjut.

Mari kesampingkan DCF. Pada tulisan ini, kami akan membahas variasi dari model valuasi Residual Income Model atau juga sering disebut RIM. Model RIM sendiri sering digunakan oleh analis.

Model RIM dapat disederhanakan menjadi satu periode forecasting saja. Sehingga investor terhindar dari spekulasi meramal masa depan lebih jauh dan sulit. 

Model ini diambil dalam buku Penmann berjudul Financial Statement Analysis and Security Valuation. Rumusnya ialah: 

VE0: CSE0 + ReOI1/PF-g

Valuasi sederhana ini berdasarkan dari forecasting residual operating income pada tahun mendatang dan menggunakan growth rate. Karena menggunakan forecasting melalui komponen ReOI1, maka kita harus mencarinya terlebih dahulu melalui cara: 


ReOI1: OI1 – (PF – 1)NOA0


No Growth Valuation


Terdapat dua jenis metode valuasi sederhana ala Penman. Pertama, no growth forecast and valuation. Dan kedua growth forecast and valuation.


Mari kita membahas no growth forecast and valuation terlebih dahulu. Seperti namanya, model ini tak menggunakan growth dalam model valuasinya untuk menjaga nilai konservatif. Tahap awal untuk valuasi ini ialah mengumpulkan data komponen model valuasi. Data tersebut ialah:



2014
2015
2016
2017
2018
Asset
24,910,211
26,560,624
28,901,948
31,619,514
34,367,153
NOA
16,987,395
17,883,825
18,725,451
19,411,400
21,399,441
NOPAT
2,337,133
2,910,264
3,537,709
3,553,920
4,659,912


2014
2015
2016
2017
2018
CSE
14,077,708
15,454,863
17,563,958
19,563,668
21,618,923
NFO
1,947,448
1,496,914
224,628
-912,930
-1,307,709
Total
16,025,156
16,951,777
17,788,586
18,650,738
20,311,214

2014
2015
2016
2017
2018
NOPAT
2,337,133
2,910,264
3,537,709
3,553,920
4,659,912
RNOA
14.62%
16.70%
15.90%
18.64%
22.84%
ROCE
18.40%
19.10%
20.64%
19.56%
21.27%

*Angka disajikan dalam jutaan rupiah, seperti dikutip dari Laporan Keuangan perusahaan.

Data di atas sudah cukup bagi kita untuk melakukan valuasi. Langkah selanjutnya ialah melakukan kalkulasi. 

CSE (Common Shareholder Equity) pada tahun 2018 ialah 21,6 T. Jika ditambahkan dengan NFO -1,3 T, maka kita akan gunakan 20,3 T. 

Lalu NOA ICBP sebesar 21,4 T. Sedangkan RNOA ICBP pada tahun 2018 ialah 22.84%. ICBP memiliki required of return sebesar 8.29%. 

Sehingga kita mendapatkan ReOI0: 4,659,921 – (8.29% x 21,399,441): 2,885,907. Kita telah mendapatkan komponen ReOI0. Jika menggunakan model VE0: CSE0 + ReOI1/PF. Maka:

VE0: 21,618,923 + 2,885,907/ 8.29%: 56,430,829 T

Total saham beredar ICBP ialah 11,66 M. Jika di-convert ke per lembar saham, maka nilai wajar ICBP pada tahun 2018 ialah:

56,430,829,000,000 / 11,661,908,000: Rp 4838/share

Nilai wajar ICBP berdasarkan laporan keuangan tahunan 2018 ialah Rp 4838 per lembar. Atau ketika Price per Earning  perusahaan anak Indofood ini berada di angka P/E: 12x.

Kita juga bisa melakukan valuasi untuk tahun 2019. Tapi, tentu saja kita harus melakukan forecasting terlebih dahulu. Kita akan melanjutkan valuasi ICBP tahun 2019 pada tulisan selanjutnya,

Patut diingat bahwa setiap value investor baru akan membeli suatu saham apabila sedang terdiskon. Istilah ini disebut Margin of Safety (MoS). Semakin lebar MoS, maka akan semakin aman.

Selain memberikan bargain, MoS juga berguna untuk memberikan rasa aman dalam berinvestasi dari ketidakpastian masa depan dan eror dalam melakukan analisis. 

Benjamin Graham menyarankan untuk menerapkan MoS 50%. Jika diterapkan pada saham ICBP, maka harga yang layak untuk kita masuk ialah: Rp 2417, atau ketika P/E: 6.04x. 

Harga saham ICBP saat ini diperdagangkan  Rp 11,752, sangat jauh dari nilai wajarnya. Seorang value investor tentu mempertimbangkan untuk tak memilih ICBP sebagai pilihan investasi. 

Perlu diingat, harga Rp 4838 merupakan dari model no growth valuation. Apakah layak ICBP dihargai tanpa growth, atau sebaliknya?

Bisnis yang kompetitif ketimbang perusahaan sejenis, kami rasa ICBP layak dihargai dengan tambahan komponen growth. 

Selain itu, ICBP juga memiliki high sustainable earning power dan high RNOA. Kami akan membahas lebih lanjut mengenai growth valuation pada tulisan selanjutnya.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel